Pemerintah Bangun Rusunawa Bagi Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera

Penulis: ES - Waktu: Selasa, 23 Januari 2018 - 09:34 AM
Credit by: Kementrian PUPR

Jakarta-PINews.com. Sebagai wujud perhatian dan kepedulian Pemerintah pada pengembangan Sumber Daya Manusia lewat Pendidikan, kali ini Kementrian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat membangun Rumah Susun Sewa Mahasiswa. Ada tiga rumah susun sederhana khusus untuk mahasiswa dan tujuh embung di Intitute Teknologi Sumatera (ITERA).

Tujuh embung ini nantinya akan digunakan untuk konsevasi air tanah yang menampung air hujan dan dimanfaatkan di musim kemarau. Selain itu, embung juga dimanfaatkan sebagai kolam pengembangan ikan air tawar dan ruang belajar terbuka bagi mahasiswa.

“Kementerian PUPR tengah membangun embung untuk menjaga kondisi air tanah di sekitar kampus ITERA,” kata Presiden Joko Widodo seperti dikutib dari lama Kementrian PUPR.

Peresmian tiga Rusunawa dan tujuh embung ini dilakukan Presiden Joko Widodo dan didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menristekdikti Mohamad Nasir, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Rektor Itera Ofyar Z. Tamin saat melakukan peninjauan di ITERA.

Rusunawa mahasiswa yang dibangun melalui Ditjen Penyediaan Perumahan pada tahun 2016 sebanyak 2 tower kini telah terisi seluruhnya oleh sekitar 528 orang. Jumlah unit dua tower tersebut sebanyak 176 unit dimana tiap unitnya ditempati 3 orang mahasiswa. Sementara 1 tower yang baru selesai tahun 2017 lalu kini dalam tahap penghunian oleh mahasiswa. Jumlah unitnya sebanyak 97 unit yang dapat menampung 388 orang.

Kehadiran Rusunawa ini sangat membantu mahasiswa mendapatkan sewa kosan yang murah. Biaya sewa kos-kosan di sekitar kampus saat ini sekitar Rp 500.000 – Rp 600.000 per kamar. Sementara biaya sewa di Rusunawa hanya Rp 150.000.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Syafrudin mengatakan sebanyak enam embung telah selesai dibangun dan 1 embung lainnya akan dibangun pada tahun 2018.

“Pembangunan dilaksanakan sejak tahun 2016 dan direncanakan selesai seluruhnya pada 2019 dengan total anggaran sebesar Rp 43,73 miliar,” jelasnya.

Dijelaskan pula embung tersebu akan akan dilengkapi tanggul, jalan inspeksi, pemagaran dan penataan lingkungan sekitarnya. Kapasitas tampung ketujuh embung tersebut kurang lebih 350 ribu m3.

Editor: ES