Tes Urine Untuk Pejabat Lingkungan Kampus Hukumnya Wajib
Credit by: Ilustrasi Tes Narkoba

Jakarta, PINews.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, M Nasir mengatakan harus adanya tes urine untuk para pejabat lingkungan kampus agar mempunyai moral yang baik nantinya.

Rencana tes urine bagi pejabat di lingkungan kampus ini dilatarbelakangi kasus Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Musakkir, yang tertangkap ketika tertangkap mengisap sabu bersama mahasiswi di kamar 312 Hotel Grand Malibu, Jumat (14/11) dini hari.

“Di samping ada kasus kemarin yang menyangkut pejabat, saya berpikir kembali apakah pejabat nantinya dites urinenya, ya,” kata Nasir Jakarta, Jumat (21/11).

Terkait kasus Musakkir, Nasir telah memanggil para rektor untuk mengawasi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di lingkungan kampus. Ia juga menyampaikan bahwa harus dicabutnya gelar guru besar Musakkir jika dia terbukti bersalah menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang serta divonis hukuman di atas lima tahun penjara.

Jika divonis hukuman di atas lima tahun, kata dia, Prof Musakkir harus diberhentikan sebagai pegawai negeri.

“Otomatis dicabut (gelar guru besarnya) kalau dia terbukti bersalah dan diadili di pengadilan yang sesuai hukum yang berlaku,” kata Nasir.

Ketentuan mengenai status pegawai negeri, kata Nasir, diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahunn 2010 Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. “Kalau di atas lima tahun penjara, jelas dia berhenti sebagai pegawai negeri, diberhentikan, itu sudah aturannya,” ujar dia.

Adapun Musakkir disangka melanggar Pasal 112 dan 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Pasal tersebut memuat ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun  penjara.

Editor: RI