Semifinal Rasa Final Di Liga Champion, Siapa Lebih Kuat Antara Barca vs Munchen
Credit by: Ilustrasi Barcelona vs Bayern Munchen (barcelona.com)

Jakarta, PINews.com - Semifinal Liga Champions Eropa telah ditentukan. Semifinal idaman terjadi musim 2014/2015. Empat tim besar memastikan lolos ke semifinal. Dalam pengundian yang dilakukan di Nyon, Swiss hari Jum’at (24/04/2015) lalu mempertemukan Barcelona vs  Bayern Munchen dan juga Juventus vs Real Madrid. Pertandingan semifinal yang akan dimulai tanggal 5 Mei 2015 ini akan menentukan siapa yang akan bertanding di Olympiastadion, Berlin, Jerman. Banyak sejarah dan fakta-fakta menarik yang menjadi bumbu pada semifinal kali ini. Pertemuan emosional dan juga penuh intrik akan menarik perhatian jutaan mata penggemar sepakbola di seluruh dunia. Berikut fakta menarik menjelang laga Barcelona dengan Bayern Munchen.

Statistik terkini di Liga Champions 2014/2015

Barcelona yang menyingkirkan Paris St Germain di perempat final tim dengan kemenangan paling banyak di Liga Champions musim ini. 9 kemenangan dengan  kali kekalahan menjadikan Barcelona menjadi tim paling tangguh. Penampilan impresif ini ditunjang oleh kemampuan hebat sang topskornya Lionel Messi dan kiper Liga Champions mereka musim ini Ter Stegen. Messi sampai hari ini telah mencetak 46 gol dari 47 penampilannya musim ini, dan 8 gol diantaranya di Liga Champions. Ter Stegen pun tampil brilian di bawah mistar gawang Barcelona. Pemain yang kalah saing dari Claudio Bravo di La Liga ini seakan ingin memperlihatkan bahwa ia berhak menjadi kiper utama Barcelona dengan penampilan luar biasa di Liga Champions. Ter Stegen tercatat hanya 7 kali kebobolan dan 5 kali berhasil clean sheet termasuk kala jumpa PSG dipertemuan terakhir.

Sedangkan di kubu lawan, Bayern muncul sebagai tim paling ofensif di Liga Champions. 30 gol berhasil dimasukkan tim asuhan legenda Barcelona, Pep Guardiola ini ke gawang lawan dan juga berhasil melakukan possession bola sebanyak 66%. Penampilan impresif ini memang merupakan hasil dari gaya bermain tiki taka ciri khas sang pelatih. Mempunyai pemain-pemain yang baik dalam penguasaan bola dan passing membuat gaya mereka menjadi mampu menguasai pertandingan dan menciptakan peluang gol. Penampilan brilian dari Manuel Neuer menjadikan Bayern dapat terus menyerang tanpa harus khawatir akan lini belakangnya. Neuer total 8 kali kemasukan dan 6 kali clean sheet. Kiper terbaik dunia saat ini akan menjadi lawan yang seimbang bagi Lionel Messi.

Sejarah

Dalam sejarah sepakbola, Barcelona dan Bayern telah 8 kali bertemu di semua ajang. Dari 8 kali itu, total Bayern  berhasil mempecundangi Barcelona sebanyak 5 kali, 2 kali seri dan hanya mempersilakan Barca menang sekali. Di pertandingan terakhirnya pada semifinal Liga Champions 2012/2013, Barca yang kala itu ditangani Tito Villanova harus menelan kekalahan pahit 0-4 di Allianz Arena dan 0-3 di Camp Nou. Barca yang kala itu baru saja ditinggal oleh Pep dibuat tak berdaya menghadapi Bayern yang diasuh Jupp Heynckes. Pertandingan itu juga menjadi agregat terbesar dalam semifinal selama sejarah Liga Champions sejak pertama kali digulirkan. Kemenangan satu-satunya Barca didapatkan kala menang 4-0 di Camp Nou pada pertandingan perempatfinal Liga Champions musim 2008/2009.

Di Liga Champions, Bayern Munchen telah 5 kali memenangi Liga Champions dan Barcelona sebanyak 4 kali. Terakhir kali Bayern Munchen memenangi Liga Champions di musim 2012/2013 sedangkan Barca pada musim 2010/2011. Dalam semifinal Liga Champions, Barcelon berhasil masuk semifinal sebanyak 16 kali namun hanya di 7 kesempatan mereka berhasil masuk ke final. Semifinal terakhir Barcelona tentu saja kekalahan dari Bayern Munchen di musim 2012/2013. Sedangkan untuk Bayern Muchen, mereka berhasil lolos ke semifinal sebanyak 17 kali dengan 10 kali diantaranya berhasil masuk ke final. Bahkan musim 2014/2015 ini merupakan musim keempat berturut-turut lolos ke semifinal bagi Bayern. Semifinal terakhir mereka harus menelan kekalahan dari Real Madrid di musim 2013/2014 kemarin dengan agregat 0-5.

Pelatih

Ini merupakan pertemuan nostalgia antara Pep Guardiola dengan Barcelona. Pep merupakan pelatih tersukses bagi Barcelona di Liga Champions dengan 2 gelar Liga Champions di musim 2009 dan 2011. Pep melatih Barcelona menggantikan Rijkaard di musim 2008/2009 dan langsung meraih treble winner, La Liga, Copa del Rey dan juga Liga Champions. Pep kemudian mundur dari Barca di akhir musim 2011/2012 setelah merasa jenuh dari dunia sepakbola dimana ia berhasil kuasai bersama Barcelona. Di Bayern, Pep hanya tinggal membutuhkan 1 kemenangan dan 1 hasil imbang untuk dapat kembali memenangi Bundesliga. Sekarang Pep harus menghadapi klub tempat ia dibesarkan melawan mantan rekan satu timnya di Barca dan juga timnas Spanyol, Luis Enrique.

Luis Enrique memulai karir sama seperti Pep dengan melatih Barcelona B sebelum akhirnya dipinang oleh AS Roma. Hanya semusim di AS Roma, Luis mengundurkan diri karena gagal membawa serigala ibukota lolos ke Liga Champions. Satu musim menganggur, Luis Enrique menukangi Celta Vigo menggantikan Abel Resino. Celta Vigo dibawa Luis ke posisi 9 La Liga musim 2013/2014 setelah di musim sebelumnya berada di peringkat 17. Walaupun sempat diterpa isu pemecatan dipertengahan musim, Luis Enrique sampai saat ini berhasil membawa Barcelona ke semifinal Liga Champions, final Copa del Rey dan juga peringkat 1 La Liga sampai saat ini.

Pemain

Messi, Suarez dan Neymar tentu akan menjadi momok mengerikan bagi Manuel Neuer. Total mereka telah mencetak 21 gol dari total 23 gol yang disarangkan Barcelona di Liga Champions. Ditopang Andres Iniesta, Ivan Rakitic dan juga Sergio Busquets, membuat serangan Barca akan menjadi kekuatan mematikan saat melawan Bayern.

Di sisi lain, Robbery, julukan Robben dan Ribery yang menjadi motor serangan bagi Bayern harus mengalami cidera. Walaupun dibayangi cidera kedua andalannya, Bayern tidak perlu khawatir, karena mereka mempunyai pelapis yang sepadan. Ada Mario Goetze, Thomas Muller dan juga Robert Lewandowski sebagai ujung tombak. Pemain binaan La Masia, Tiago Alcantara, juga telah pulih dari cidera panjang dan membuktikan diri layak menjadi andalan Bayern dengan mencetak gol di perempat final melawan Porto.

Dibawah mistar gawang, duel Neuer dan Ter Stegen juga menjadi hal menarik. Dua kiper timnas Jerman ini berhasil membuktikan bahwa Jerman merupakan gudangnya kiper handal setelah Oliver Kahn. Dengan statistic kebobolan dan cleansheet yang sedikit, kedua kiper ini menjadi komandan di lini belakang masing-masing tim. Akan menjadi menarik melihat mereka menahan gempuran penyerang-penyerang kelas dunia

Kondisi Terkini

Di liga domestik, kedua tim berada di puncak klasemen. Bedanya adalah Barcelona masih harus menjalani 5 laga lagi sebelum memastikan menjadi juara sedangkan Bayern sudah memastikan juara ketika Borrusia Monchengladbagh berhasil mengalahkan Wolfburg yang menjadi pesaing utama Bayern. Barcelona harus bertanding serius karena di posisi kedua Real Madrid masih mengejar dengan selisih 2 poin. Tentu kesalahan sedikit dapat berakibat fatal buat Barca, sebelum bertanding melawan Bayern di kandang, terlebih dahulu Barcelona harus melawan Getafe pada tanggal 28 April 2015 dan juga Cordoba, pada 2 Mei 2015. Kedua lawan tersebut relatif mudah, namun mengingat jaraknya dekat dengan pertandingan melawan Bayern, tentu konsentrasi Barca dapat terpecah. Barca akan melawan Bayern di Camp Nou pada tanggal 6 Mei 2015. Dan pada 9 Mei 2015 harus bertanding melawan Real Sociedad. Tentu ini yang akan menjadi pemecah focus, apalagi setelah leg kedua, mereka harus bertanding hidup mati melawan Atletico Madrid di Vicente Calderon yang membuat leg kedua melawan Bayern sangat lah sulit.

Berbeda dengan Barca, Bayern terlihat lebih fleksibel. Telah mengunci gelar Bundesliga membuat Bayern bisa fokus ke Liga Champions. Namun perlu diingat, musim lalu Bayern telah memastikan gelar liga jauh sebelum liga selesai dan kemudian mereka harus menerima kenyataan kalah telak dari Real Madrid di semifinal tahun lalu. Faktor mentalitas menjadi pesaing utama bagi Bayern di laga kala ini. Jika terlalu santai, kekalahan tahun lalu bisa menjadi mimpi paling menakutkan bagi mereka. Apalagi duo andalan mereka, Robben dan Ribery harus menepi karena cidera. Memang kedalaman skuad Pep harus diwaspadai Barca, namun permainan Pep yang sudah dikenali oleh para pemain Barca membuat Pep harus berhati-hati. Apalagi Pep jarang mempunyai variasi formasi yang membuat lawan dapat mudah membaca gaya permainan Bayern.

 Laga semifinal kali ini akan menjadi laga penuh emosi dan penuh imajinasi yang akan menyuguhkan permainan yang ditunggu-tunggu para penikmat sepakbola. Dua tim raksasa yang berada di garis pertama perebutan gelar Liga Champions akan bertarung satu sama lain memperebutkan tiket menuju Berlin. Beberapa faktor mengunggulkan Bayern apalagi final di Jerman akan menjadi membuat mereka makin bersemangat. Namun misi Treble Winner Barca di musim ini juga akan menjadi batu sandungan bagi Bayern untuk merengkuh gelar Liga Champions ke 6 mereka musim ini.

Editor: RI