Pusri Klaim Petani di Sumsel Mulai Beralih ke Urea Nasional
Credit by: ilustrasi

Palembang, PInews - PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang mengklaim banyak petani di Sumatera Selatan [Sumsel] mulai kembali beralih menggunakan pupuk urea bersubsidi produksi nasional  menyusul pupuk impor dari Tiongkok dinilai petani kurang berkualitas.

Hal ini terbukti penyerapan pupuk urea bersubsidi di Sumsel per Februari tahun ini mencapai 17.321 ton dari alokasi tahun ini sesuai SK Menteri Pertanian  mencapai 139.860 ton.

“Untuk posisi di Lini III dan IV semua sudah tersalur sesuai target, kami optimistis penyerapan urea bersubsidi pada tahun ini tidak ada kendala,”ungkap Ganeral Manager Pemasaran Pusri Palembang, Zain Ismed, hari ini.

Menurut dia permintaan pupuk urea  bersubsidi  mulai tinggi, karena petani pada Februari mulai panen dan mereka langsung melakukan penanaman padi, sehingga tidak berpengaruh terhadap penyerapan.

Ia mengakui, meskipun saat ini gemburan pupuk  impor dari Tiongkok yang lebih murah menjadi tantangan, namun dengan memberikan pemahaman yang lebih ekstra kendala tersebut dapat diatasi.  

Mantan Sekper Pusri ini menambahkan urea produksi dalam negeri kualitasnya sangat baik meski harganya lebih mahal dari pupuk Tiongkok, karena urea yang diproduksi oleh beberapa BUMN pupuk memiliki label Standar  Nasional Indonesi [SNI] yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan selalu terverifikasi setiap tahunnya

“Terlebih penyaluran urea  subsidi  menggunakan sistem Rencana Kerja Definitif Kelompok [RDDK,  sehingga lebih muda memberi pemahaman, yang jelas urea produksi dalam negeri terjamin  karena nitrogen-nya mencapai 46%, atau presentasi kadar biuret yang terkandung dalam setiap 100 kilogram pupuk urea hanya sekitar 0,5% dari maksimal standar yang diterapkan SNI yakni sebesar 1 %.”paparnya.

Penyerapan urea bersubsidi di Sumsel saat ini lebih banyak di daerah Blitang Kabupeten Ogan Komering Ilir [OKI] Timur dan sejumlah sentral pertanian di Kabupaten Banyuasin karena daerah tersebut menjadi lumbungnya produksi beras di Sumsel selain daerah lain di beberapa kabupaten di Sumsel.

Ismed menambahkan per Januari target bulanan penyaluran urea bersubsidi sudah sesuai Kementan mencapai 113% , sementara target tahunan  mencapai 12%.

Pusri Palembang merupakan salah satu emiten dibidang perpupukan  tertua, penghasil urea terbesar di Indonesia. Tahun ini Pusri siap mendistribusikan 270.000 ton urea.

Jumlah produksi Pusri per tahun terhitung tinggi. Badan Usaha Milik Negara yang berada dalam kelolaan PT Pupuk Indonesia tersebut mampu memproduksi 2,1 juta ton pupuk urea per tahun. Pupuk yang diproduksi bukan hanya urea. Pusri juga memproduksi 90 ribu ton pupuk NPK per tahun. Pusri menjadi satu-satunya perusahaan yang memiliki kapal pengangkut urea curah berkapasitas 11 ribu ton.

Lalu untuk pemasaran kepada pengguna, Pusri memiliki 17 kantor perwakilan pemasaran, 139 unit Gudang Penyimpanan Pupuk (GPP), lima Unit Pengantongan Pupuk (UPP), dan lima unit fasilitas dermaga. "Prinsip pelayanan prima tersebut merupakan komitmen Pusri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen," katanya.

 

Editor: irwan wahyudi