Menteri ESDM Dorong PLTU Mulut Tambang Di Sumatera
Credit by: www.dunia-energi.com

Jakarta-PINews.com. Pulau Sumatera termasuk salah satu wilayah yang menyimpan potensi batu bara yang sangat besar. Oleh karenanya Pemerintah ingin memanfaatkan potensi tersebut untuk menghasilkan energi lewat pembangkit listrik mulut tambang. Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan dalam Kuliah Umum di Universitas Syah Kuala Banda Aceh kembali menegaskan komitmen tersebut. Menteri Jonan menjelaskan pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan untuk membangun pembangkit yang dekat dengan sumber energinya, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). PLTU harus dibangun di lokasi tambang batubara, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) harus dibangun dekat mulut sumur gas.  Sehingga biaya transportasi dari tarif tenaga listrik sehingga harga listrik pun menjadi lebih efisien. 

"Untuk kedepan tidak ada PLTU di Sumatera yang tidak dibangun di mulut tambang. Ga boleh kalau ga mulut tambang"tegas Jonan saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Provinsi Aceh, seperti dikutib dari laman www.esdm.go.id. 

Ia menjelaskan jika pembangkit dibangun jauh dari lokasi tambang biaya listriknya akan semakin tinggi karena ada tambahan biaya transportasi. Selain itu pemerintah juga ingin mengisolasi polusi agar tidak tersebar. Apalagi jika kalori batubaranya hanya sekitar 3.000 kalori maka alternatifnya hanya membangun pembangkit di mulut tambang.

"Kalau kelistrikan ada dua, satu peningkatan kapasitas, yang kedua membuat harga lebih terjangkau. Makanya komitmen pemerintah hingga Desember 2017 akhir, kecuali yang subsidinya di cabut tarif listrik itu tidak ada yang naik malah sebagian golongan tarif listrik itu turun,"tambah Jonan. 

Khusus untuk PLTU mulut tambang pemerintah telah mengeluarkan mengeluarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Batubara untuk Pembangkit Listrik dan Pembelian Kelebihan Tenaga Listrik (Excess Power). Aturan ini didasari pada pengoptimalan pemanfaatan batubara dalam pengembangan pembangkit listrik. Selain itu, aturan ini juga diterapkan agar Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Tenaga Listrik setempat lebih efisien, sehingga tarif tenaga listrik dapat lebih kompetitif.

Editor: ES