Presiden Joko Widodo Resmikan Jalan Tol Palindra Seksi I
Credit by: oganilir.go.id

Jakarta, PINews.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan jalan tol Palembang-Indralaya seksi I yakni ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer. Ini merupakan jalan tol pertama di Sumatera Selatan.

Sebagaimana diketahui, Tol Pelembang-Indralaya terdiri atas tiga seksi yaitu seksi I ruas Palembang-Pemulutan sepanjang 7,75 kilometer, kemudian  seksi II Pemulutan-Kota Terpadu Mandiri (KTM) sepanjang 4,9 kilometer dan seksi III KTM-Simpang Indralaya sepanjang 8,5 kilometer. Dengan demikian total dari ketiga seksi tersebut lebih dari 21 kilometer.

Presiden mengaku sudah empat kali datang mengunjungi ruas tol tersebut. "Kenapa sampai empat kali? Saya melihat tol Palembang-Indralaya medannya sangat berat, rawa-rawa, perlu konstruksi khusus. Waktu itu saya lihat penyedotan air dari bawah untuk dibuang jadi ini pekerjaan yang sangat-sangat sulit tapi alhamdulilah ini seksi pertama selesai dari Palembang sampai Pemulutan," terang Presiden.

Presiden Jokowi juga menyebut kedatangannya untuk memberi motivasi kepada kontraktor. "Karena dua-tiga bulan lalu saya masih mendengar ada pembebasan tanah yang belum selesai. Tapi tadi saya masuk, bertanya ke Bu Menteri BUMN (Rini Soemarno), dilaporkan sudah. Apa artinya? Kalau sering kita datangi yang membebaskan tanah juga lebih cepat. Kalau tidak sering didatangi maka yang membebaskan (tanah) kadang bisa cepat (membebaskan) kadang tidak capat (membebaskan lahan)," jelas Presiden.

Presiden juga meminta agar sampai akhir tahun jalan tol ini tidak dipungut biaya dan memberi kesempatan pada masyarakat untuk menikmatinya.  "Saya minta, meskipun ini jalan tol, meskipun bayar, saya minta bisa dilihat dan juga dinikmati masyarakat saat awal-awal sampai akhir tahun. Tolong jangan dipungut (biaya) dulu," kata Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Direktur Utama Hutama Karya I Gusti Ngurah Putra dari pihak kontraktor.

Editor: ES