Berdayakan Masyarakat Minoritas Suku Anak Dalam, PHE Raih Penghargaan di Ajang GCSA 2019
Credit by: Direktur Eksplorasi PHE Abdul Mutalib (kanan) menerima penghargaan di ajang GCSA 2019

 

JAKARTA, PINEWS - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan ‘Oustanding Practice Award 2019’ yang merupakan penghargaan tertinggi dalam kategori Best Practice pada ajang Global Corporate Sustainable Award (GCSA) 2019. PHE meraih penghargaan dalam kategori Emerging Market pada ajang yang diselenggarakan Alliance for Sustainable Development Goals (ASDGs). 

Penghargaan diberikan atas tata kelola Community Involvement and Development-Corporate Social Responsibility (CID-CSR) dan implementasi Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam yang dijalankan PHE Jambi Merang. Kriteria penilaian selektif, terukur, dan komprehensif, yang antara lain mencakup konsep program, strategi dan objective, eksekusi, sinergi/kemitraan, capaian, impacts, aspek keberlanjutan, dan leadership. 

Abdul Mutalib Masdar, Direktur Eksplorasi PHE, mengatakan penghargaan ini adalah suatu bentuk pengakuan Internasional terhadap Program CID-CSR Pertamina, khususnya PHE di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Jambi Merang. 

"Penghargaan ini juga menjadi bukti dari kontribusi PHE dalam mendukung pencapaian SDGs dan sekaligus menjadi tantangan untuk terus berinovasi. Serta berupaya menebar manfaat lebih luas kepada masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ungkap Mutalib usai menerima penghargaan di Taipei, Taiwan, Kamis (28 November 2019) seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Portalindonesianews.com.

Penghargaan diserahkan oleh Vice President Chen Chien-Jen KSG KHS dalam Global Corporate Sustainability Forum.  

Penilaian dilakukan oleh Panel Judges/dewan juri GCSA 2019 yang terdiri dari 18 experts dari kalangan professional, akademisi dan pemerintahan di tingkat internasional. 

Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam di perbatasan Sumatera Selatan – Jambi, tepatnya di Dusun 7 Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Program ini merupakan hasil kerja sama  PHE Jambi Merang dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui KPH Wilayah II Lalan Mendis dengan mengedepankan Konsep Perhutanan Sosial Inovatif yang merupakan bagian dari program sektor perhutanan nasional. 

Dengan konsep Perhutanan Sosial Inovatif, Masyarakat SAD dapat memanfaatkan kawasan hutan untuk menunjang kehidupan mereka dari berbagai aspek dan sekaligus menjaga kawasan hutan di sekeliling mereka. Sistem Perhutanan Sosial Inovatif ini telah mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat SAD dalam berbagai aspek mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Serta telah menciptakan rantai nilai yang saling terintegrasi antar aspek tersebut dalam kehidupan mereka.

“Kami senantiasa berupaya menjadi bagian untuk memfasilitasi pengembangan masyarakat, dan bersama stakeholder, merumuskan program dan kegiatan yang berpotensi menjadi basis kehidupan masyarakat, memunculkan kemandirian dan berkelanjutan. Pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’ ujar Pjs. GM PHE Jambi Merang Junizar Harman.

Perhitungan dampak sosial ekonomi atas pelaksanaan Program Pemberdayaan Suku Anak Dalam dilakukan PHE dengan menggunakan analisis Social Return on Investment (SROI), untuk menggambarkan nilai setiap dampak sosial ekonomi dan kontribusi para pihak terhadap pelaksanaan program. Adapun pelaksanaan program-program CID-CSR PHE dan anak perusahaan telah disinergikan dengan sasaran pencapaian SDGs yang memberikan dampak manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya di sekitar wilayah operasi. Hingga  2019, program CID-CSR PHE dan anak perusahaan telah mendukung pencapaian 15 dari 17  Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Ajang GCSF 2019 merupakan ajang internasional di tingkat global yang menginjak tahun ke-2, sebagai bagian untuk mempromosikan keberlanjutan secara luas dengan komitmen kuat untuk mendukung Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Tahun ini, ajang GCSA diikuti oleh lebih dari 11 negara, selain dari Indonesia, diantaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Taiwan, Hongkong, dan Thailand, dan PHE sebagai wakil Indonesia telah membuktikan bahwa Pertamina telah siap untuk berkontribusi dalam kancah global untuk Pembangunan Yang Berkelanjutan. (AP)

 

Editor: