Raih Enam Penghargaan di Ajang IGA, Pertamina EP Dinilai Konsisten Terapkan Program Sosial dan Lingkungan

JAKARTA- PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sekaligus kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, kembali mencatatkan prestasi positif dalam penerapan tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dalam Forum Indonesia Green Awards (IGA) 2020, Pertamina EP meraih Best Indonesia Green Awards 2020 melalui enam kategori yang diperoleh di ajang yang diselenggarkan pada pertengahan Maret 2020.

Dalam forum Indonesia Green Awards tersebut Pertamina EP (PEP) memperoleh penghargaan melalui enam kategori, yaitu kategori penanganan sampah plastik, penyelamatan sumber daya air, dan rekayasa teknologi dalam menghemat energi. Selain itu, unit bisnis  PEP juga juga memenangi kategori pengembangan keanekaragaman hayati, memelopori pencegahan polusi, dan mengembangkan pengolahan terpadu.

Menurut Hermansyah Y Nasroen, Manajer Humas PEP, pada kategori penanganan sampah plastik, PEP memperoleh penghargaan untuk empat unit bisnis, yaitu PEP Asset 1 Pangkalan Susu Field, PEP Asset 1 Rantau Field, PEP Asset 3 Tambun Field, dan PEP Asset 5 Tarakan Field.  Kategori penyelamatan sumbe daya air penghargaan diraih PEP Asset 1 Jambi Field dan  kategori rekayasa teknologi dalam menghemat energi diraih oleh PEP Asset 4 Donggi-Matindok Field. 

Sedangkan kategori mengembangkan keanekaragaman hayati diperoleh beberapa unit bisnis, yaitu PEP Asset 2 Lirik Field, PEP Asset 1 Pangkalan Susu Field, Pertamina EP Asset 4 Poleng Field, Pertamina EP Asset 1 Rantau Field,  Pertamina EP Asset 5 Sangasanga Field, dan Pertamina EP Asset 3 Tambun Field.

“Penghargaan lain diraih oleh Lirik Field, Poleng Field, Ramba Field, Rantau Field, Subang Field, Tambun Field, dan Tarakan Tield untuk kategori pengembangan keanekaragaman hayati dan Bunyu Field, Jatibarang Field, Limau Field, Lirik Field,  dan Prabumulih Field untuk  kategori pengebangan pengolahan terpadu,” ujar Hermansyah dalam keterangan tertulisnya.

Keberhasilan PEP meraih Indonesia Green Awards  ini menunjukkan konsistensi Pertamina EP dalam melaksanakan program TJSL bagi masyarakat di sektiar operasi. Hal ini dibuktian lebih dari 300 program berjalan per tahun dengan nilai kurang lebih RP 40 miliar per tahun, terbanyak untuk lingkungan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.

Menurut Risna Resnawaty, pakar CSR dari  Universitas Padjadjaran, hingga saat ini PEP mencatatkan rekor sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang memperoleh empat PROPER Emas dalam dua tahun berturut, belum termasuk belasan PROPER Hijau yang diperoleh unit bisnis perusahaan. Empat PROPER Emas yang diraih PEP itu adalah pada 2018 melalui PEP Asset 1 Rantau Field, PEP Asset 3 Subang Field dan  Tambun Field, dan PEP Asset 5 Tarakan Field serta 2019 melalui tiga unit bisnis yang sama, kecuali Tarakan Field yang digantikan oleh PEP Asset 1 Jambi Field. 

Menurut dia, PEP berhasil dalam mengimplementasikan TJSL. Beberapa unit bisnis PEP meraih PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan dan Kehutanan, bahkan dalam dua tahun berturut meraih empat PROPER Emas.  

“Saya melihat keunggulan program PSL PEP itu ada tiga faktor, yaitu inovasi dan keunggulan jenis program, sumber daya pelaksana, dan pelaporan yang baik,” ujarnya.

Menurut dia, peran PEP dalam pelaksanaan pembangunan saat ini tampak jika dilihat dari kuantitas maupun kualitas TJSL yang memiliki dampak positif terhadap peningkatan hidup masyarakat. Selain itu, PEP juga memiliki divisi khusus yang menangani urusan TJSL. “Dapat dikatakan jika perusahaan lain masih menjadikan PSL sebagai kegiatan pendukung, PEP menjalankan TJSL sama seriusnya dengan menjalankan bisnisnya,” katanya.

Krisdyatmiko, pengamat  CSR dari Universitas Gadjah Mada, menambahkan perusahaan yang memperoleh PROPER Emas berarti telah menunjukkan keunggulan dalam pengelolaan lingkungan, ditambah dengan memiliki program-program pengembangan masyarakat demi mewujudkan tanggung jawab sosialnya. Best practice yang memperoleh PROPER Emas tentu memiliki program terkait CSR yang telah berorientasi untuk pemberdayaan masyarakat di lokasi program mereka. “Perusahaan mampu mengembangkan potensi lokal untuk menjawab kebutuhan dan masalah sosial yang akhirnya memberi kontribusi secara sosial, ekonomi, lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (AP) 

 
Editor: alam