Corona dan Kegagalan Komunikasi Pemerintah
Credit by: presiden.go.id/dok

Jakarta, PINews.com - Pandemi corona (Covid-19) semakin mempertegas kelemahan komunikasi Pemerintah Indonesia. Kegagapan komunikasi – untuk memperhalus kegagalan -- bukan hanya dilakukan oleh pejabat selevel juru bicara. Presiden justru dinilai publik sebagai komunikator yang paling buruk.

Hal ini sesungguhnya bukan kejutan karena dalam situasi normal saja pesan-pesan komunikasi dari Istana sering tidak jelas, memicu salah tafsir, blunder dan perdebatan publik. Dalam situasi krisis seperti saat ini, kesalahan makin ketara. Misalnya, muncul kebijakan untuk menerapkan “darurat sipil” untuk membatasi mobilitas masyarakat. Kenapa jurstru wacana kebijakan ini yang muncul? Apa sebenarnya keinginan pemerintah?

Akibatnya, publik mempersepsikan pemerintah saat ini tidak cukup memiliki kemampuan dan kemauan untuk menangani persoalan pendemi corona. Persepsi tersebut tidak bisa disalahkan karena mereka hanya menangkap pesan verbal maupun nonverbal dari pemerintah.

Namun, persepsi tersebu harus diredakan. Caranya tentu saja dengan membenahi komunikasi pemerintah. Bagaimana caranya? Simak 4 langkah untuk membangun komunikasi yang efektif di saat krisis. Perlu diingatkan bahwa komunikasi yang baik tidak dapat menggantikan pengambilan keputusan yang buruk dari seorang pemimpin. Namun, ketika para pemimpin benar-benar menyadari masalah, mereka harus mengikuti tindakan-tindakan ini:

Kumpulkan Fakta

Langkah pertama, pahami terlebih dahulu situasinya, bagian-bagian dari krisis itu secara detail, dampaknya dan implikasi krisis tersebut di masa depan sekomprehensif mungkin. Gambarkan dengan jelas apa yang pemerintah ketahui, apa yang tidak diketahui, apa yang butuh diketahui, dan apa kepercayaan atau rumors yang terkait dengan situasi krisis tersebut.

Katakan yang Sejujurnya

Tidak ada yang dapat dilakukan: berkatalah jujur. Pemerintah seharusnya bekerja sama dengan tim komunikasi untuk memastikan informasi apa yang akan dibagikan kepada publik. Apapun yang disampaikan harus benar-benar benar tanpa tercampur oleh motif atau kepentingan apapun.

Rencanakan Komunikasi Anda

Dengan pengecualian persyaratan peraturan, semua komunikasi harus dijalankan dari “luar ke dalam”. Pegawai harus mendapatkan informasi yang pertama dan terutama, diikuti oleh audiens luar. Singkat kata, suara unsur pemerintah pusat hingga daerah harus bulat dulu baru komunikasikan pesan ke masyarakat. Jangan membuat masyarakat bingung.

Bangun Kemampuan Komunikasi

Tidak peduli seberapa sukses pemimpinnya, ada satu kebenaran umum bahwa komunikasi adalah keterampilan yang dipelajari. Ketika situasi krisis muncul, para pemimpin yang telah meluangkan waktu untuk membangun keterampilan itu sebelumnya jauh lebih sukses daripada mereka yang belajar "dengan cepat". Untuk mendorong komunikasi yang efektif, para pemimpin harus:

  • Memiliki platform yang menguraikan pesan dan tindakan inti.
  • Jadilah terlihat, terbuka, jujur, dapat dipercaya, dan jujur.
  • Konsisten.
  • Sering berkomunikasi.
  • Memahami bahwa semua yang dikatakan dan lakukan saat berkomunikasi.
  • Jawab pertanyaan yang dimiliki masyarakat.
  • Terlibat dalam mengembangkan dan merencanakan komunikasi.
  • Libatkan tim komunikasi sebagai mitra bisnis.
  • Tanyakan kepada masyarakat untuk masukan dan gunakan itu.
Editor: Dudi Rahman