Sulaiman, Caleg Bermodalkan Roda Dua dan Doa
Credit by: Sulaiman di depan rumahnya (The Wall Street Jounal)

Jakarta, PINews.com - Pada pemilu kali ini kita sering melihat para caleg mempromosikan diri mereka melalui berbagai media, baik cetak maupun elektronik, semuanya berlomba-lomba berebut hati masyarakat.

Namun itu semua hanya bisa dilakukan oleh para caleg yang memiliki kocek tidak terbatas. Bagaimana nasib para caleg yang yang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya saja?

Sulaiman, calon anggota legislatif (caleg) untuk daerah Bekasi, mengaku enggan terlibat kampanye mahal seperti pembagian karung beras atau kaus bagi kelompok pendukung potensial.

Supir ojek berusia 36 tahun itu sehari-hari hanya memperoleh pendapatan antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Adapun strategi yang dilakukan Sulaiman adalah pendekatan interpersonal dengan mengandalkan hubungan baik dengan orang lain di lingkungan sekitar.

Kandidat Partai Bulan Bintang (PBB) itu sudah mencetak 1.000 stiker bertulis namanya, lengkap dengan slogan untuk menjaga wudu. Lewat slogan itu, jelasnya, Sulaiman ingin mengingatkan pentingnya pejabat negara `menjaga “kebersihan diri” serta menghindar dari korupsi, praktik yang menjamur sejak kepemimpinan Suharto.

Sulaiman membagi stiker di tiga kecamatan tempatnya dinominasikan. Ia tak menempelkan stiker pada dinding-dinding, tiang listrik, atau pohon. Ia memberikan stikernya langsung ke teman-teman. Selain itu, Sulaiman juga membagikan stiker ke setiap pelanggan ojeknya. Ia juga tak lupa mempromosikan diri.

“Saya selalu berkata kepada mereka, ‘PBB sudah mencalonkan saya sebagai caleg untuk DPRD Kota Bekasi, tolong doakan saya.’”

Menurut perkiraan Sulaiman, sudah sekitar 800 stiker ia bagikan ke para pendukung. Kini, Sulaiman tinggal menghitung hari, hingga mengetahui upaya kampanyenya.

Pemilihan umum (Pemilu) segera digelar. Pada 9 April nanti, warga Indonesia akan memilih wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), juga Dewan Perwakilan Daerah dan DPR Daerah.

Sulaiman mesti bersaing dengan lebih dari seratus caleg untuk memperebutkan 50 kursi di DPRD Bekasi.

Lelaki yang tak menuntaskan perguruan tinggi itu mengantungi gelar D-1 manajemen dari perguruan tinggi teknik. Ia mengaku peluangnya untuk menang lumayan tipis. Namun, ia percaya dapat menarik hati pendukung kelas bawah, karena ia salah satu dari mereka.

“Siapa tahu saya beruntung,” katanya.

Berbicara dari rumah satu kasur, tempatnya berbagi kehidupan dengan istri dan dua putra yang masih muda, Sulaiman menyebut sebagian besar anggota legislatif tak memahami persoalan rakyat sebenarnya.

Ia maju sebagai caleg, katanya, untuk menolong rakyat. Mereka, yang memiliki kehidupan seperti dirinya.

Perbaikan sistem kesehatan merupakan fokus kampanyenya. Ia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah guna mewujudkan program kesehatan gratis yang diluncurkan pada Januari.

Warga mesti lebih dulu mendaftarkan diri dalam program jaminan kesehatan tersebut. Sulaiman mengaku akan membantu urusan dokumen serta birokrasi rumah sakit.

Jika terpilih, Sulaiman akan membuka layanan kantor selama 24 jam.

“Wakil rakyat saat ini tak peduli terhadap rakyat kecil seperti saya,” katanya. “Jika mendapat kepercayaan rakyat, saya akan merawat mereka.”

 

Sumber : The Wall Street Journal

Editor: Rio Indrawan