Bulan Suci Ramadhan, Israel Tetap Gempur Palestina
Credit by: Flare ditembakkan untuk mengetahui posisi para pejuang Palestina.(AFP Photo / Jack Guez)

Gaza, PINews.com - Pada bulan suci Ramdhan ini ketegangan di Jalur Gaza justru mengalami peningkatan. Kondisi ini dipicu oleh tewasnya tiga warga Israel dan aksi balasan yakni tewasnya remaja Palestina setelah dibakar hidup-hidup. Pihak militer Israel mengklaim bahwa tiga warganya tewas oleh Hamas, sedangkan Mohamad Abu Khdair, seorang remaja Palestina yang tewas akibat dianiaya oleh esktrimis Israel yang menuntut pembalasan dendam.

Selasa (8/7) dini hari, warga Palestina disibukkan oleh rudal-rudal yang diluncurkan ole tentara Israel. Militer zionis menyatakan serangan rudal itu sebagai jawaban dari roket-roket yang menyerang wilayah Israel.

14 warga Palestina dilaporkan menderita luka-luka akibat serangan udara itu, belum termasuk rumah warga yang hancur, dilaporkan surat kabar Times of Israel. Dari semua korban yang luka-luka, dua diantaranya adalah anak-anak seperti dikutip koresponden BBC.

Berdasarkan laporan Jurnalis di Gaza Harry Fear sedikitnya 16 serangan Israel menargetkan wilayah Gaza dari Utara ke Selatan sejak operasi itu dilancarkan. Fear menambahkan Kementerian Kesehatan Gaza telah menyatakan kondisi darurat sipil. Menurut pihak Hamas, Israel menghancurkan empat rumah dan empat fasilitas pelatihan di Jalur Gaza.

Melalui akun Twitternya Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menggelar Operasi Proteksi Perbatasan di Gaza menyusul tembakan roket yang diduga dari pihak Hamas.

Pihak IDF telah menyiapkan 1,500 prajurit cadangan di tengah meningkatnya krisis ini. IDF memperingatkan bahwa “Hamas tidak akan pernah merasa aman, sepanjang terus mengancam jiwa-jiwa warga sipil Israel.”

Editor: Rio Indrawan