Kawasan Smelter Nikel Terbesar Di Dunia Dibangun di Sulawesi Selatan
Credit by: Ilustrasi

Bantaeng, PINews.com - Delapan perusahaan  siap membangun smelter di kawasan Bantaeng Indutrial Park (BIP) di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Lahan yang dipatok sekitar  25 % dari total 3 ribu hektar kawasan BIP dengan menelan investasi sekitar  US$ 4-5 miliar.  Jika sudah terbangun, BIP akan menjadi kawasan smelter nikel terbesar di dunia

Dalam waktu dekat, akan dilakukan penandatangan kesepakatan antara BTN Power, pengembang utama kawasan BIP dengan  perusahaan-perusahaan yang akan membangun smelter tersebut.

Untuk memasok kebutuhan listrik, pada Kamis (16/10) dilakukan  peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik  Tenaga Uap di kawasan BIP oleh PT Bantaeng Sigma Energi (BSE).

PT BSE merupakan perusahaan patungan dari BTN Power (M)Sdn Bhd, PT Biidznillah Tambang Nusantara dan PT Infinity Capital. BTN Power merupakan pemegang saham mayoritas. Desain dan teknologi PLTU digarap oleh China Machinery Engineering Corporation (CMEC).

Hadir dalam acara peletakan batu pertama PLTU berkapasitas 2x300 MW itu,Staf Ahli Menteri Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah, Wahyu Utomo, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Duta Besar RI untuk Malaysia, Heru Prayitno, Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Wakil Bupati Bulukumba, Mr. Cao Yeu Jun dari CMEC, Dato Naziruddin dari BTN Power serta beberapa perusahaan yang akan membangun smelter di BIP.

Dato Naziruddin mengatakan, peletakan batu pertama pembangunan PLTU yang menelan biaya sebesar US$ 1,1 miliar itu, merupakan tindak lanjut dari kesepakatan  yang sudah diteken antara BTN Power, CMEC dan juga pemerintah daerah Bantaeng, pada Agustus 2014 lalu. Pada Mei 2014, BTN Power juga telah menandatangani EPC kontrak dengan CMEC pada Mei 2014 lalu.  

“Untuk batu bara didatangkan dari tambang milik BTN Group di wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Naziruddin lagi.

CMEC lanjutnya, sudah mengirimkan tim teknis ke lokasi dan sedang bekerja menyiapkan desain power plant.  Setelah acara peletakan batu pertama tersebut, CMEC juga akan mengirimkan lebih banyak tim mereka ke lokasi untuk pengerjaan lanjutan. CMEC, imbuhnya juga berencana meningkatkan kapasitas pembangkit untuk memenuhi kebutuhan listrik di kawasan tersebut.

Pengerjaan proyek pembangkit tersebut memakan waktu sekitar 8 bulan. Untuk mempercepat pembangunan pembangkit di BIP, BTN Power sudah berkomitmen untuk membangun pelabuhan (jetty) sementara di kawasan BIP dan diperkirakan selesai pada akhir semester pertama 2015.

“Insya Allah, kami optimis akan selesai tepat waktu, sebab ada sokongan dari pemerintah baik pusat maupun daerah juga perusahaan-perusahaan yang akan membangun smelter di kawasan BIP,” ungkapnya.

Editor: RI