Mengenaskan, Elang Jawa Hanya Terpantau 3 Ekor Di Lereng Merapi

Penulis: Indra - Waktu: Sabtu, 19 September 2015 - 20:16 PM
Credit by: Elang Jawa (Ist)

Sleman,PINews.com – menenaskan, itulah kata yang bisa diungkapkan ketika mengetahui kondisi hidup salahsatu hewan endemic, Elang Jawa. Pengelola Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menemukan hanya ada tiga elang jawa (Spizaetus bartelzii), di area hutan lereng gunung berapi itu.

"Satu pasang di Bukit Plawangan, Kabupaten Sleman, dan sisanya berada di Deles, Klaten, Jawa Tengah," kata Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Edy Sutiyarto, di Sleman, seperti dilansir kantor berita Antara.

"Kami hanya berhasil menemukan tiga elang jawa. Satu pasang jantan dan betina di Plawangan, dan satu lagi di Deles. Yang di Deles, belum tahu jenis kelaminnya," katanya. 

Elang jawa, sebagaimana burung buas lain, bukan hewan yang gemar berganti pasangan. Dari sisi morfologi, elang jawa unik karena dia memiliki beberapa "bulu tanduk" di kepala bagian belakang.

Elang jawa juga sangat sensitif terhadap perubahan di habitatnya; sedikit saja ada gangguan, bisa mengubah pola dan tingkat keberhasilan reproduksinya. Dalam setahun, elang jawa betina hanya menetaskan satu telur saja. 

Salah satu satwa yang potensial mengganggu adalah monyet, yang "terpaksa" mengganggu habitat dan sarang elang jawa karena habitat dan sumber makanan monyet juga terganggu. Padahal sejatinya monyet juga mangsa elang jawa. 

"Jumlah ini menunjukkan populasi elang jawa di TNGM tidak berubah sejak 2014. Padahal, satwa ini merupakan kunci yang harus ditingkatkan sebanyak sepuluh persen setiap lima tahun," katanya.

Menurut dia, tiga elang jawa ini juga kemungkinan besar memang sudah lama tinggal. Bukan dari burung yang bermigrasi.

Di Gunung Merbabu, elang jawa-nya tidak bermigrasi ke Gunung Merapi. Karena kebakarannya yang terjadi di sana, hanya di atas saja. Tidak sampai bawah," katanya.

Editor: RI