Dampak Kereta Cepat Dirasakan Untuk Jangka Panjang
Credit by: Ilustrasi maket kereta cepat (Ist)

Jakarta, PINews.com – Pembangunan Kereta cepat ternyata masih menuai sedikit kontroversi karena dinilai percuma dan pembangunannya terlalu memakan banyak biaya. Padahal kehadiran kereta cepat akan memberi manfaat ekonomi yang besar. Ini berangkat dari asumsi bahwa transportasi akan menjadi pemicu atau pendorong pertumbuhan ekonomi suatu wilayah.

“Dengan hadirnya kereta cepat mobilitas manusia akan semakin cepat sehingga pertumbuhan dan perkembangan suatu daerah semakin cepat,”kata Kodrat Wibowo, pengamat ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dia mengingatkan agar tidak melihat dampak atau manfaat ekonomi dalam masa yang singkat. Dampak dari kehadiran kereta cepat akan terasa dalam jangka panjang setelah 4 sampai 10 tahun beroperasi. Kodrat juga mengakui kalangan investor yang hendak masuk ke bisnis ini harus lebih berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal. 

Sebagai moda transportasi masal, peran pemerintah harus ada. Namun dengan kahadiran konsorsium BUMN yang terdiri atas empat BUMN juga dilihat sebagai perwakilan negara.

Perbedaan tarif seperti yang diterapkan di layanan telekomunikasi juga bisa diterapkan di moda transportasi ini seperti untuk jam atau hari padat, ada perlakukan tarif khusus. Dan itu sudah terbukti berhasil.

Sementara itu dari sisi ekonomi, proyek ini menurut Kodrat, akan memberikan manfaat mulai dari penyerapan tenaga kerja. “Proyek ini tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak mulai dari awal sampai ketika sudah mulai beroperasi. Selain itu akan terbangun sentra-sentra baru disepanjang lintasan kereta cepat,” katanya.

Pengembangan proyek KA super cepat itu digarap oleh ChinaRailway Corporation bekerja sama dengan empat BUMN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kereta Api Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara VII yang membentuk perusahaan patungan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia. Struktur modal, 60% Indonesia dan 40% China.

Nilai proyek kereta api cepat ini US$ 5,5 miliar dengan panjang rute 150 kilometer dengan trase Gambir, Jakarta-Gedebage, Bandung. Menurut rencana akan ada delapan stasiun dengan kecepatan kereta 300 km per jam. Proses konstruksi proyek ini mulai 2016 dan direncanakan selesai dan beroperasi pada 2019.

Editor: RI