Gunakan Pesawat Kepresidenan Ke AS, Istana Berkilah Perjalanan Presiden Hemat Anggaran
Credit by: Pesawat kepresidenan BBJ-2 (Ist)

Jakarta, PINews.com - Ditengah kondisi lesunya ekonomi dan bencana asap yang melanda tanah air, kunjungan presiden Joko Widodo ke Amerika Serikat membuat geram berbagai pihak, apa lagi kunjungan tersebut dinilai pemborosan uang negara yang seharusnya bisa dialihkan untuk membantu korban bencana asap.

Namun pihak istana berkilah bahwa kunjungan rombongan Presiden ke AS menggunakan biaya yang sedikit alias hemat. Hal ini dikarenakan Presiden meminta untuk menggunakan pesawat kepresidenan tidak menyewa pesawat komersial.

“Meski harus transit dua kali untuk pengisian bahan bakar, menggunakan BBJ-2 yang penerbangan maksimalnya adalah selama 10 jam, jauh lebih hemat dibandingkan harus menyewa pesawat yang dapat menempuh waktu perjalanan lebih lama” kata tim komunikasi presiden Ari Dwipayana dalam keterangan persnya.

Menurut Ari komponen biaya yang dapat dihemat dengan menggunakan BBJ-2 bisa mencapai setengah biaya dari biaya yang harus dikeluarkan untuk sewa pesawat.

“Sebab komponen pembiayaan pengoperasian BBJ-2 hanya meliputi biaya kru pesawat, ground handling saat transit maupun di tempat tujuan, bahan bakar, dan katering” ujar Ari.

Sedangkan untuk sewa pesawat terdapat beberapa tambahan komponen biaya, diantaranya biaya perubahan konfigurasi pesawat, yaitu perubahan komposisi tempat duduk dan konfigurasi kabin belakang yang dipersiapkan untuk kondisi emergency dalam kabin pesawat, serta biaya sewa dan biaya overhead yang dihitung per hari.

Untuk diketahui, penenrbangan BBJ-2 kali ini adalah penerbangan terjauhnya. Sebelumnya, penerbangan terjauh BBJ-2 adalah ke Jeddah, Arab Saudi, untuk mengantarkan Presiden Jokowi dan rombongan dalam lawatan ke tiga negara di Timur Tengah.

Editor: RI