Pemkot Bogor Targetkan 10 Ribu Warga Divaksin
Credit by: https://kotabogor.go.id/

Bogor, PINews.com - Wilayah Jabodetabek ditargetkan menjadi sasaran utama program vaksinasi untuk mencegah COVID-10. Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan lonjakan pandemi saat ini harus diatasi dari hulu ke hilir. Di hilir dengan melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan (prokes), penambahan kapasitas tempat tidur (bed) dan ruang isolasi. Sementara hulunya adalah pemberian vaksin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menggelar vaksinasi massal Covid-19 tahap pertama sasaran masyarakat umum dengan target 5.000 warga usia 18 hingga 50 tahun menerima vaksin dari target 10.000 warga.

Untuk mendukung tercapainya target tersebut, kata Bima Arya, pelaksanaan vaksinasi pada Selasa kemarin dilakukan di tiga lokasi, yaitu di Gedung Puri Begawan sebanyak 2.500 warga, sisanya 2.500 warga di Boxies 123 Mall dan Lippo Plaza Ekalokasari Bogor. “Pada Selasa lalu, sekitar 5.000 warga sudah divaksin,” kata Bima Arya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, hingga Selasa (22/06), warga Kota Bogor yang telah divaksin mencapai 130 ribuan atau 17 persen dari target 750 ribuan. Untuk mempercepat capaian target, Pemkot Bogor menargetkan ada 5 ribu sampai dengan 10 ribu warga yang akan di vaksin.

Sementara untuk kasus berdasarkan data terbaru, Senin (21/06) malam, penambahan kasus di Kota Bogor berjumlah 197 kasus. Angka tersebut menurut Bima Arya masih darurat.

“Kalau bisa akan dimaksimalkan 10 ribu warga, kita berupaya untuk percepat proses vaksinasi karena berpacu dengan waktu. Untuk vaksin tahap kedua akan dilakukan ketika vaksin sudah ada,” kata Bima Arya.

Saat ini Kota Bogor berstatus oranye, untuk mempercepat capaian target vaksinasi Pemkot Bogor tengah mengajukan stok vaksin tambahan kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebanyak 50 ribu vial.

Sejumlah kebijakan diambil Pemkot Bogor guna menekan penyebaran dan penularan virus COVID-19, di antaranya membatasi jam operasional hingga pukul 20.00 WIB dan kapasitas juga diperketat menjadi 25 persen. Pengetatan yang dilakukan tegas Bima Arya akan lebih ketat jika statusnya berubah menjadi zona merah. “Ini sesuai arahan Ketua Satgas tingkat pusat dan Kemenko Perekonomian,” katanya. 

Sehari sebelumnya, Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota dan Dandim 0606 Kota Bogor menggelar pertemuan dengan semua rumah sakit di Kota Bogor, menindaklanjuti surat edaran Kemenkes. Kepada seluruh rumah sakit di Kota Bogor Bima Arya memerintahkan agar menambah kapasitas tempat tidur dan ICU minimal 30-35 persen untuk merawat pasien COVID-19.

Balaikota Ditutup

Balai Kota Bogor dan kantor-kantor pemerintahan lainnya rencananya akan ditutup sementara sejak Rabu (23/6) dikarenakan ada 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor dinyatakan positif COVID-19. Kantor pusat pemerintahan Kota Bogor dan beberapa kantor lainnya itu akan disterilkan selama sepekan ke depan atau hingga 28 Juni mendatang. Sementara ASN melakukan Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah.

Bima Arya menyebutkan saat ini semakin banyak ASN yang terpapar. Data menunjukkan ada 27 ASN yang terpapar dari sekitar 8 dinas atau bagian di lingkungan Pemkot Bogor. “Untuk itu saya menginstruksikan untuk melakukan penutupan sementara Balai Kota dan kantor-kantor pemerintahan lainnya dengan melakukan work from home (WFH) hingga Senin, 28 Juni 2021,” kata Bima Arya, Selasa (22/6/2021).

Untuk layanan DPMPTSP bisa diakses melalui daring. Sementara layanan Disdukcapil bisa melalui Kecamatan. Untuk BPBD melakukan sterilisasi atau desinfeksi di seluruh dinas.

Bima Arya ini kembali mengingatkan warganya agar jangan lengah dan terus terapkan protokol kesehatan. “Perkantoran lainnya di Kota Bogor melakukan penyesuaian sistem kerja bagi para karyawan masing-masing,” katanya.

 

Editor: Alamsyah Pua